Iklan di ChatGPT
Beberapa hari lalu saya dapat email dari OpenAI. Isinya soal pembaruan kebijakan privasi. Ada satu bagian yang bikin saya berhenti membaca sebentar: mereka akan menampilkan iklan di ChatGPT.
Bukan di semua paket. Hanya di Free dan Go. Plus, Pro, Enterprise, Business, dan Education katanya bebas iklan. Saya pengguna gratisan, jadi ya, saya yang akan kena.
Saya tidak kaget. Sudah lama saya menduga ini akan datang. Model bahasa sebesar ini butuh biaya besar untuk jalan. Listrik untuk GPU, bandwidth, riset, gaji orang. Tidak mungkin selamanya digratiskan.
Yang bikin saya tertarik justru cara mereka mengomunikasikannya. Email itu ditulis dengan hati-hati sekali. Ada kalimat “ads do not influence the answers ChatGPT gives you”. Ada juga “advertisers do not have access to your chats, chat history, memories, or personal details”. Mereka tahu apa yang orang takutkan. Mereka tahu, begitu kata “iklan” muncul, hal pertama yang orang pikirkan adalah privasi.
Saya pikir sebentar. Apakah saya percaya?
Bagian yang jujur dari email itu: iklan dipersonalisasi pakai konteks dari chat saya. Bukan advertiser yang lihat chat saya, tapi sistem OpenAI yang baca, lalu yang keluar ke advertiser cuma laporan agregat soal performa iklan. Secara teknis, itu masuk akal. Secara perasaan, tetap saja ada yang aneh.
Ada jarak yang berbeda antara “tidak dibagikan ke advertiser” dan “tidak dibaca sama sekali”. Yang pertama benar secara literal. Yang kedua yang sebenarnya orang mau. Tapi tidak mungkin. Model ini hidup dari membaca teks.
Saya bukan orang yang anti iklan. Iklan membiayai hampir semua hal gratis di internet. Blog yang saya baca, video yang saya tonton, peta yang saya pakai untuk cari jalan. Semua ada iklannya. Saya tidak masalah dengan itu. Yang saya masalahkan adalah ilusi bahwa percakapan dengan AI itu privat.
Selama ini, ngobrol dengan ChatGPT terasa seperti menulis di buku harian yang bisa dijawab. Ada rasa aman yang mungkin tidak pernah nyata. Sekarang, dengan iklan, rasa itu resmi hilang. Kita diingatkan bahwa ini produk. Ini layanan. Ini perusahaan.
Saya tidak akan berhenti pakai ChatGPT. Setidaknya belum. Alternatifnya ada, tapi masing-masing punya kompromi sendiri. Yang lokal butuh perangkat kencang. Yang berbayar butuh uang. Yang open source butuh waktu untuk belajar.
Yang berubah cuma satu hal: saya jadi lebih hati-hati soal apa yang saya tulis di sana. Bukan karena saya punya rahasia besar. Cuma karena, mulai sekarang, saya tahu ada perusahaan lain yang ingin tahu apa yang saya pikirkan. Dan mereka bersedia membayar untuk itu.
Mungkin memang begitu harga dari gratis.
Tidak apa-apa. Setidaknya mereka jujur sekarang.
<< Previous Post
|
Next Post >>